Warta Pramuka
Minggu, 8 Maret 2026
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Kegiatan
    • Munas 2023
    • JOTA-JOTI
    • Rainas XII
    • KPN 2023
    • LT-V
    • Jamnas XI
No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Kegiatan
    • Munas 2023
    • JOTA-JOTI
    • Rainas XII
    • KPN 2023
    • LT-V
    • Jamnas XI
No Result
View All Result
Warta Pramuka
No Result
View All Result

Bela Negara melalui Ketahanan Budaya Sebagai Kekuatan Sosial Politik

oleh Muhamad Zarkasih *)

Kak Guritno
Jumat, 21 Jan 2022
/ Opini
Telah dibaca 856 Kali
Ilustrasi (Buku Pedoman Perubahan Perilaku Pramuka)

Ilustrasi (Buku Pedoman Perubahan Perilaku Pramuka)

Share on FacebookShare on Twitter

Ancaman pada suatu negara tidak hanya muncul dalam bentuk kekuatan militer tetapi juga nonmiliter sehingga ketahanan budaya diperlukan untuk membendung ancaman budaya dari luar negeri sekaligus menangkal benturan sosial di masyarakat.

Dalam strategi perang ada beberapa tahapan untuk dapat menguasai wilayah, salah satunya dengan menghancurkan sendi-sendi kehidupan baik bidang ideologi, politik, ekonomi maupun sosial budaya. Karena itu, ketahanan budaya adalah bagian dari ketahanan nasional.

BACA JUGA

Musda Kwarda DKI: Ajang Silaturahim Semangat Kemajuan

Musda Kwarda DKI: Ajang Silaturahim Semangat Kemajuan

Garuda Muda Membuktikan, Jajaran Kwartir Gerakan Pramuka Perlu Regenerasi

Garuda Muda Membuktikan, Jajaran Kwartir Gerakan Pramuka Perlu Regenerasi

Saat ini kita melihat ancaman terhadap eksistensi budaya kita datang dari berbagai penjuru, utamanya adalah dari media, media konvensional maupun digital (modern).

Media konvesional seperti radio dan media cetak sangat kuat menginfiltrasi pikiran masyarakat kita, lewat tawaran-tawaran nilai baru yang dianggap modern namun seringkali bertentangan dengan nilai-nilai budaya kita.

Begitu banyak orang bergerak ke arah apa yang disebut sebagai “kemajuan” atau “modernitas”, padahal sesungguhnya mereka sedang menaiki titian dimana kehampaan nilai dan etika yang tersaji. Maka berubahlah pola pikir dan cara hidup masyarakat kita.

Infiltrasi lewat media digital atau internet malah lebih masif lagi. Ia bahkan mampu memasuki ruang dan waktu setiap orang secara jauh lebih pribadi lagi, bahkan hampir tanpa batas. Penerobosan itu juga bahkan memasuki semua kalangan dari berbagai strata sosial dan umur.

Maka bagi kalangan yang tingkat pendidikannya kurang memadai, juga anak-anak, menjadi komunitas yang amat rentan. Nilai-nilai baru yang mereka dapatkan, langsung saja ditelan, tanpa ada filter lagi. Pada situasi seperti itu, maka tak aneh jika banyak yang memaksakan diri tampil secara barat, meski kelihatan amat sangat norak, misalnya. Atau anak-anak yang kehilangan rasa hormat terhadap yang lebih tua.

Saat ini terasa sekali betapa nilai-nilai budaya kita mulai tergerus oleh nilai-nilai baru yang tak jelas, yang lebih mementingkan kemasan tanpa pertimbangan etika di dalam isinya. Ibarat makanan kaleng yang bagus kemasannya namun isinya dihiasi belatung.

Hal-hal yang melawan etika, adat istiadat, bahkan agama, dengan mudahnya menjadi viral. Teorinya, hal-hal yang kontroversial adalah pintu masuk ke arah viral. Maka berlomba-lombalah semua orang, dari berbagai kalangan dan umur untuk berusaha menjadi viral.

Kunci dari permasalahan ini sebenarnya ada di dalam rumah, yaitu bagaimana setiap penghuni di dalam rumah menciptakan self cencorship atas diri masing-masing dan anggota keluarga lain. Orang tua jangan lagi merasa tenang karena anak-anak betah di rumah dengan gadget mereka.

Sementara orang tua juga jangan menjadikan gadget sebagai “sahabat setia” tempat mereka menumpahkan segalanya, sambil kehilangan waktu untuk berinteraksi dengan anggota keluarga lain. Interaksi yang hilang itu menjadi ruang kosong dimana kemudian terisi oleh sikap-sikap apatis, egois, bahkan mungkin saja radikalisme.

Ruang yang sumpek itu bukan tidak mungkin kemudian melahirkan sebuah situasi yang kacau dan crowded secara tata nilai dan pemikiran, juga kepribadian setiap orang. Sebuah keluarga yang kacau secara nilai akan menciptakan masyarakat yang juga kacau, yang pada akhirnya akan mengacaukan sistem nilai sebuah bangsa.

Penguatan budaya seharusnya dijalankan di rumah dan di wilayah-wilayah pendidikan formal dan non formal (sekolah dan kampus, di Gerakan Pramuka ), termasuk juga di komunitas-komunitas dimana orang-orang menghabiskan sebahagian waktunya. Kita mungkin sulit berharap akan ada prinsip penguatan budaya di dalam sistem kurikulum pendidikan kita, lantaran masih agak lemahnya sistem yang ada.

Maka solusinya adalah menciptakan kegiatan ekstra kurikuler yang bermuatan budaya lokal (local content), yang diberikan secara berkala dan mudah dilaksanakan sehingga diharapkan akan menciptakan sebuah masyarakat yang memiliki tata nilai yang lebih Indonesia.

Ektra kurikuler yang mampu menjadi pertahanan yang kuat di dalam menghadang sistem budaya luar yang berlawanan dengan budaya lokal. Untuk hal ini Gerakan Pramuka merupakan salah satu andalan yang diharapkan oleh bangsa Indonesia untuk mengisi kegiatan ekstra kurikuler tersebut.

Kita menginginkan sebuah negeri yang aman, tentram, nyaman dan damai; secara sosial dan politik. Hal itu akan bisa tercapai jika masyarakat berjalan di track yang benar, yaitu pada sistem budaya lokal yang telah ada selama berabad-abad umur bangsa ini, ini merupakan tantangan bagi Gerakan Pramuka.

Tentang Penulis :
Muhamad Zarkasih, Andalan Nasional Komisi Bela Negara | Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka tingkat Daerah, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta.
Kata Kunci: opinisetiap pramuka adalah pewarta
Sebelumnya

Video : Rapat Persiapan Jamnas XI Tahun 2022

Sesudahnya

Pramuka Saatnya Kembali ke Khitah

Warta Terkait

Musda Kwarda DKI: Ajang Silaturahim Semangat Kemajuan
Opini

Musda Kwarda DKI: Ajang Silaturahim Semangat Kemajuan

Garuda Muda Membuktikan, Jajaran Kwartir Gerakan Pramuka Perlu Regenerasi
Opini

Garuda Muda Membuktikan, Jajaran Kwartir Gerakan Pramuka Perlu Regenerasi

Dua Sahabat Pramuka Yang Jumpa Lagi Setelah 57 Tahun
Opini

Dua Sahabat Pramuka Yang Jumpa Lagi Setelah 57 Tahun

Pramuka Harus Tetap Eksis Sampai Kapanpun
Opini

Pramuka Harus Tetap Eksis Sampai Kapanpun

Kembali ke Fitrah: Pramuka Sebagai Pilihan, Bukan Kewajiban
Opini

Kembali ke Fitrah: Pramuka Sebagai Pilihan, Bukan Kewajiban

Praktik Terbaik di SMK Muhammadiyah 1 Genteng, Hizbul Wathan dan Pramuka Hidup Berdampingan
Opini

Praktik Terbaik di SMK Muhammadiyah 1 Genteng, Hizbul Wathan dan Pramuka Hidup Berdampingan

Next Post
Ilustrasi

Pramuka Saatnya Kembali ke Khitah

36 Peserta Program Kepemimpinan SDG #2 Dinyatakan Lulus, Kak Saul Salah Satunya

36 Peserta Program Kepemimpinan SDG #2 Dinyatakan Lulus, Kak Saul Salah Satunya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WartaTerbaru

Pembagian Bibit Sawit oleh Kwartir

Penggunaan KTA Pramuka

Swallow Masih Memimpin

Air Terjun

Seesi Olahraga Bersama Kwartir Rempayan

Opini Kakak

Musda Kwarda DKI: Ajang Silaturahim Semangat Kemajuan
Opini

Musda Kwarda DKI: Ajang Silaturahim Semangat Kemajuan

Garuda Muda Membuktikan, Jajaran Kwartir Gerakan Pramuka Perlu Regenerasi
Opini

Garuda Muda Membuktikan, Jajaran Kwartir Gerakan Pramuka Perlu Regenerasi

Dua Sahabat Pramuka Yang Jumpa Lagi Setelah 57 Tahun
Opini

Dua Sahabat Pramuka Yang Jumpa Lagi Setelah 57 Tahun

Pramuka Harus Tetap Eksis Sampai Kapanpun
Opini

Pramuka Harus Tetap Eksis Sampai Kapanpun

Warta Pramuka

PRAMUKA.ID merupakan laman khusus Warta Gerakan Pramuka yang dikelola oleh Kwartir Nasional untuk mempublikasikan informasi dari seluruh anggota Gerakan Pramuka. #SetiapPramukaAdalahPewarta

  • Kebijakan Privasi
  • Warta Pramuka

© 2024 Warta Gerakan Pramuka

No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Kegiatan
    • Munas 2023
    • JOTA-JOTI
    • Rainas XII
    • KPN 2023
    • LT-V
    • Jamnas XI

© 2024 Warta Gerakan Pramuka