PRAMUKA.ID – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bantargebang Kota Bekasi menyelenggarakan kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Kegiatan ini digelar dalam dua tahap, yaitu tahap pertama indoor yang dilaksanakan pada tanggal 28-30 September 2023 di Aula SMKN 2 Kota Bekasi, sedangkan tahap dua outdoor pada 5-7 Oktober di Sanggar Saka Bahari Buperta Cibubur Jakarta Timur.
Peserta KMD berjumlah 38 orang, terdiri dari 27 orang calon Pembina Pramuka putri dan 11 orang calon Pembina Pramuka putra dari gugus depan yang berpangkalan di SD, SMP dan SMKN di Kwarran Bantargebang dan di luar Bantargebang.
Kak Ujang Pardi, S.Pd selaku Wakil ketua Kwarran Bantargebang Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa) menyampaikan laporan kegiatan tentang tujuan pelaksanaan KMD ini.
“Kegiatan ini diharapakan dapat menghasilkan para Pembina Pramuka yang bukan hanya sekadar tahu, tetapi mau melakukan pembinaan kepada peserta didik sehingga dapat tercapainya cita-cita Gerakan Pramuka dan keberadaannya dapat dirasakan oleh masyarakat yang pada akhirnya tercipta Kota Bekasi yang kreatif, cerdas, maju, sejahtera dan ihsan” ungkapnya.

Nara sumber dalam hal ini Waka Kwarcab Kota Bekasi Bidang Binawasa, Kepala Pusdiklatcab Kota Bekasi dengan pimpinan kursus Kak Nuraini, M,Pd, dan tim pelatih Kak Dalim Mahpudin, M.M.Pd, Kak Rukmansah, S.Pd, Kak Erwin Firdianto, S, Kom, M.Pd, Kak Lili Sapari, S.Pd, Kak Endah Widyayanti serta Kak Lia Z. Ansor, S.Ag.
Ketua Kwarcab Kota Bekasi yang diwakili Waka Kwarcab Kota Bekasi Bidang Binawasa, Kak Yana Suptiana, M.Pd menyampaikan bahwa KMD adalah kegiatan kursus awal bagi anggota dewasa untuk menjadi Pembina Pramuka. Syarat khusus kelulusan KMD ini, peserta mengikuti kegiatan dengan terpenuhinya 70 jam.
“Saya ingin kakak-kakak peserta harus sudah memiliki niat yang ikhlas untuk mengikuti KMD dan melaksanakannya dengan baik serta berkomitmen menjadi Pembina Pramuka” harapnya.
“Menjadi Pembina Pramuka itu banyak pahala, jika berangkat kegiatan niatnya dengan ikhlas, maka akan mendatangkan barokah dan peluang rezeki datang dengan sendirinya” imbuhnya.
Kak Yana juga menambahkan bagaimana relevansi Gerakan Pramuka dengan kurikulum merdeka.
“Sebenarnya dengan KMD dan mengikuti kegiatan kepramukaan lainnya banyak persamaan dengan kurikulum merdeka, sehingga ketika mengajar dengan kurikulum merdeka tidak sulit lagi, karena kita sudah banyak tahu tentang pramuka” jelasnya.
Kak Yana juga mengingatkan lagi tentang Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan (EWPK) yang praktiknya banyak salah kaprah di sekolah-sekolah.
EWPK ini terdiri dari 3 model. Pertama, Model blok, dilakukan di awal tahun dan materinya ada 4 (mata pelajaran, materi kepramukaan, nilai-nilai karakter dan pengenalan lingkungan sekolah). Kedua, model Aktualisasi yang materinya adalah mata pelajaran sehari-hari dengan penyampaiannya menggunakan metode kepramukaan. Ketiga, model Reguler yakni kegiatan pramuka yang menjadi pilihan peserta didik sesuai minat.
Upacara pembukaan KMD ini dihadiri oleh Sekretaris Kwarcab Kota Bekasi, Waka Kwarcab Kota Bekasi Bidang Binawasa, Kepala Pusdiklatcab, Ketua Kwarran Bantargebang Kak Sakri, S.Ag, M.M, Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Bekasi dan para Mabigus se-Kwarran Bantargebang.
***
Pewarta: Lia Z. Ansor
Foto:Kwarran Bantargebang
Editor: PusinfoKN/SD
JOTA-JOTI
Rainas XII




















