PRAMUKA.ID – Di Cafe Istana Gandrung, Banyuwangi, lima anggota Krida Bina Wana dari Saka Wanabakti Rempeg Jogopati KPH Banyuwangi Utara turut serta dalam Forum Konservasi Tanah dan Air (KTA) sebagai bagian dari pencapaian Syarat Kecakapan Khusus (SKK), Sabtu (11/11/2023).
Dibimbing oleh instruktur, Kak Mutia Dwi Ardiana, anggota Saka Wanabakti mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya KTA untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.
Kak Mutia, Penyuluh Kehutanan CDK Banyuwangi, mengungkapkan bahwa KTA menggunakan metode dengan membagi kegiatan dalam teknik vegetatif, sipil teknis, dan kimiawi.
“Peserta diperkenalkan pada konsep pemanfaatan tanaman, pembuatan bangunan konservasi, dan penggunaan bahan kimia,” katanya.
Selain itu, materi juga mencakup penjelasan siklus hidrologi dan dampak erosi, dengan fokus pada faktor penyebab alam dan non-alam.
“Diskusi dan tanya jawab, menitikberatkan pada UU Nomor 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air,” pungkasnya.
Pemimpin Krida Bina Wana, Kak M. Fathur Riski menambahkan, rencana pemberdayaan gugus depan merupakan langkah strategis untuk mendukung visi Saka Wanabakti dalam mencetak generasi peduli dan terampil dalam menjaga keseimbangan alam.
“Pramuka Penegak perlu memahami pentingnya konservasi tanah dan air. Kami akan membuka ruang diskusi lebih lanjut dengan teman-teman di gugusdepan,” tutupnya.
***
Pewarta: Mohamad Arif Fajartono
JOTA-JOTI
Rainas XII




















