PRAMUKA.ID – Kak GKR Mangkubumi selaku Ketua Komisi Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka membuka Bimbingan Teknis Penyusunan Program Ticket To Life (TTL) secara virtual, Selasa (09/11/2021).
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari webinar sebelumnya yang diikuti oleh perwakilan dari 34 Kwartir Daerah di seluruh Indonesia dengan output pelaksanaan bimtek adalah, peserta mendapatkan pengetahuan, wawasan, pemahaman, dan program konkrit dari eksekusi program TTL.
Mengawali arahannya, Kak GKR Mangkubumi menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak atas pelaksanaan acara pada pagi hari ini, webinar untuk perumusan program TTL, yang juga sudah dihadiri oleh para narasumber yang akan memberi edukasi kepada kita semua sampai di tanggal 12 November 2021.
“Terimakasih kakak-kakak yang pada pagi hari ini sampai tanggal 12 bergabung untuk program TTL ini,” ujarnya.

Kak GKR Mangkubumi mengakui bahwa saat ini masih ada pekerjaan rumah yang masih banyak utamanya di dalam program Ticket To Life ini. Bagaimana kita juga membantu program dari kementerian, utamanya untuk adik-adik yang harus punya kesempatan yang sama untuk mengeyam pendidikan, formal, maupun pramuka, ataupun nonformal di luar sekolah lainnya.
Disampaikan bahwa prioritas yang utama dari TTL tentunya adalah kemanusiaan. Kak GKR Mangkubumi menegaskan bahwa sesama manusia punya kesempatan belajar di manapun dan kapanpun. Mereka juga punya kesempatan yang sama, pendidikan karakter (melalui pramuka).
“Mereka butuh juga dari sisi ekonomi, tidak hanya pendidikan karakter, budayanya juga dibangun, agar mereka memahami dan bangga terhadap wilayahnya, bangga terhadap Indonesia,” imbuh Kak GKR Mangkubumi.
Selain itu, lanjut Kak Mangkubumi, bahwa dalam TTK ini akan ada kegiatan-kegiatan enterpreneurship yang memang diperlukan di situ. Kak Mangkubumi menyebutkan bahwa dari sisi ekonomi diharapkan mereka bisa alih profesi.
“Mereka yang ada di jalanan, susah payah untuk hidup, survivalnya sangat keras, bagaimana menarik kembali masuk ke rumah, dari sisi ekonomi juga dibimbing melalui pelatihan-pelatihan,” tegasnya.
Ketua Komisi Abdimas mengajak para peserta untuk bisa bersama-sama menyusun program TTL, tidak hanya di tiga wilayah khusus, namun di semua wilayah dan bisa dipakai seterusnya. Membuat program – program yang menarik disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah dan para pendamping yang nantinya akan intens menjadi pasukan TTL.
***
JOTA-JOTI
Rainas XII
















