PRAMUKA.ID – Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso mengajak Komisi Kehumasan bersama dengan Pusinfo dapat terus mempublikasikan berbagai upaya penanggulangan pandemik Covid-19, sehingga kita dapat memasuki era adaptasi kebiasaan baru dengan baik, demikian disampaiakan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kak Berthold DH Sinaulan, wakil ketua Kwarnas/Ketua Komisi Kehumasan dan Informatika saat membuka Workshop Kajian Pembangunan Museum Gerakan Pramuka di Jambore Café, Tangerang, tanggal 20 Desember 2022
“Bagi Gerakan Pramuka, keberadaan Museum tentunya sangat dinanti dan diharapkan. Upaya mendirikan museum sendiri telah dimulai sejak bertahun-tahun yang lalu. Pada Jambore Nasional 1981, Ibu Tien Soeharto telah melihat pameran mini berbentuk museum di arena Jambore. Oleh karena itu, beliau kemudian memprakasai berdirinya Museum Prangko di Taman Mini Indonesia Indah, yang salah satu bagiannya menampilkan prangko dan benda Filateli termasuk kepramukaan” ungkap Kak Budi Waseso
Disebutkan Kak Budi Waseso, “Museum Gerakan Pramuka merupakan tempat penting yang bukan hanya menjadi tempat untuk memamerkan berbagai benda koleksi yang terkait dengan sejarah kepramukaan di Indonesia, tetapi juga sebagai tempat merawat dan melestarikan berbagai kenangan bersejarah. Tujuannya adalah agar generasi mendatang dapat memahami dan mengenali perkembangan gerakan pendidikan ke pramukaan di Indonesia
Museum Gerakan Pramuka juga menjadi tempat untuk mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan Gerakan Pramuka. Benda-benda koleksi yang dipamerkan bukan sekedar benda mati, tetapi juga benda bermilai tinggi yang dapat menceritakan sejarah ke Pramukaan di Indonesia, jelas beliau
Tema workshop kali ini adalah” Benda-benda Koleksi Museum Nasional Gerakan Pramuka” saya berharap agar kajian yang dilakukan dapat menghasilkan suatu rumusan terkait bagaimana mengumpulkan benda-benda koleksi untuk Museum Gerakan Pramuka sekaligus cara merawat dan memamerkannya, ungkap Kak Budi
Selanjutnya Kak Budi mengatakan bahwa sebagaimana kita ketahui bersama, di Museum Keraton Yogyakarta telah disimpan dan dipamerkan memorabilia kepramukaan milik Bapak Pramuka Indonesia, Kakak kita tercinta Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Saya meyakini sepenuhnya bahwa benda-benda koleksi tersebut dijaga dan dirawat dengan baik oleh pihak pengelola museum
“Saya berharap pula agar seluruh Kwartir daerah di Indonesia dapat mengumpulkan benda-benda kepramukaan bersejarah dari daerah masing-masing. Mulailah untuk mencatat, menandai dan merawat benda-benda tersebut. Apabila memungkinkan dapat juga menginisiasi museum mini yang ditempatkan di salah satu ruangan di Kwarda masing-masing”, ungkapnya.
Sebelum menutup sambutan ini, tak lupa Kak Budi Waseso mengucapkan terimakasih kepada Komisi Kehumasan dan Informatika Kwarnas yang telah membantu terlaksananya kegiatan workshop Kajian Pembangunan Museum Gerakan Pramuka tahun 2022. Ucapan terimaksih saya sampaikan pula kepada narasumber dan berbagai pihak yang membantu terlaksananya acara.
Narasumber workshop adalah professional dibidangnya masing-masing, antara lain : kak Mis Ari, Ka UPT Museum Kebaharian: Bagaimana mencari benda koleksi untuk museum, Kak Berthold DH Sinaulan : Apa saja benda koleksi untuk Museum Pramuka, Kak GKR Hayu, Wakil Ketua Humas, Teknologi Informatika dan Kerjasama Kwarda DIY: Koleksi milik Bapak Pramuka Indonesia, kak R. Andi Widjanarko Bagaimana tata atur/tata pameran untuk Museum Pramuka, kak Djoko Adi Walujo, B-P House Indonesia Pengalaman memperoleh benda koleksi Kepramukaan serta Kak Taufik Umar Prayoga, Founder IndoScoutShop, Pengalaman membuat reproduksi benda kepramukaan
Workshop Kajian Pembangunan Museum dihadiri pula oleh peserta dari unsur kepramukaan dan Museum, Sekretaris Pelaksana Kwarnas Kak Iman Suhasto, Ketua Bidang Aset, Usaha dan Kerjasama Dalam Negeri Kak Hudi Witono, Kepala bagian Keuangan Kak Arini Yuniarti dan staf Kwarnas
Pewarta: Indahsetyo
Foto: Siswanto
JOTA-JOTI
Rainas XII


















